Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan di Padang Mahsyar?

 Setiap manusia pasti akan meninggal. Meski sudah meninggal, manusia akan dibangkitkan kembali saat kiamat kelak di sebuah tempat yang bernama Padang Mahsyar. Kemudian timbul pertanyaan, Bagaimana perumpamaan hari kebangkitan Padang Mahsyar?

Dikutip dari buku Bebas Tes Surga atau Neraka? oleh Muh. Akbar Nasrulah (2020: 26), Padang Mahsyar adalah sebuah tempat di alam akhirat yang digunakan untuk perhitungan amal atau persidangan mengenai hal-hal yang dilakukan oleh manusia selama hidup di dunia. Padang Mahsyar sendiri diibaratkan seperti Padang Arafah, di mana Padang Arafah menjadi tempat berkumpulnya jemaah haji dalam melaksanakan wukuf.

Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan di Padang Mahsyar? Inilah Penjelasannya

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui secara pasti apa yang terjadi saat manusia di bangkitkan di Padang Mahsyar. Bahkan, Nabi Ibrahim As. pernah memohon kepada Allah SWT untuk membuktikan bagaimana kehidupan di Padang Mahsyar.


ADVERTISEMENT


Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim As. untuk menyembelih empat ekor burung lalu bangkainya diletakkan di empat tempat yang berlainan satu sama lain. Setelah itu, Nabi Ibrahim AS. diminta memanggil burung-burung itu lalu semuanya datang karena mendengar panggilan Nabi Ibrahim As. Demikian pula dengan Allah SWT, Dia hanya menyeru manusia untuk bangkit dari kuburnya dan semua akan bangkit tunduk patuh seperti patuhnya burung-burung itu kepada Nabi Ibrahim.


Kejadian di Padang Mahsyar

Setelah hari akhir alam semesta, Malaikat Israfil membunyikan sangkarkala yang kedua sebagai tanda kebangkitan manusia dari alam kuburnya untuk dimintai pertanggungjawaban selama hidup di dunia.


Manusia Dikumpulkan Tanpa Busana

Manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar tanpa berbusana sehelaipun, bahkan belum disunnatkan. Sebagaimana yang dijelaskan Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda,


ADVERTISEMENT


Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (HR. Muslim no. 5102)


Meskipun saat dibangkitkan tidak memakai pakaian sehelaipun, namun pada akhirnya manusia akan diberi pakaian berdasarkan apa yang dikenakan ketika meninggal dan orang yang pertama kali mengenakan pakaian adalah Nabi Ibrahim As. Rasulullah SAW bersabda,


“Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” (HR. Bukhari no. 4371)


Didekatkannya Matahari dengan Jarak Satu Mil

Saat di Padang Mahsyar, matahari akan didekatkan kepada manusia setinggi satu mil, sehingga manusia berkeringat. Bahkan, keringatnya akan menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan masing-masing saat di dunia. Sebagaimana dikatakan Sulaiman bin Amir, Rasulullah SAW bersabda,


Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil. Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya. (HR. Muslim no. 2864)


ADVERTISEMENT

Meskipun digambarkan dengan satu mil, akan tetapi Rasulullah SAW memberikan isyarat tinggi manusia dengan matahari dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.


Mengetahui perumpamaan pada hari kebangkitan di Padang Mahsyar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah kepada-Nya. Tujuannya, agar tidak terjadi hal-hal yang memberatkan saat di Padang Mahsyar hingga siksa api neraka.(MZM)

https://kumparan.com/berita-terkini/bagaimana-perumpamaan-hari-kebangkitan-di-padang-mahsyar-inilah-penjelasannya-1zfnnDg4bh9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Waktu Revolusi Bulan Terhadap Bumi Lebih Pendek Dibanding Matahari?

APA HUBUNGAN ANTARA TAKDIR, IKHTIAR, DOA DAN TAWAKAL?

Pengertian Makro Mikro ML dan Tips Melatih Skill biar GGWP!